Rabu, 16 April 2014

SATELIT ALAM DARI BUMI


 Bulan adalah satelit alam bumi. Bulan merupakan benda langit yang paling dekat dengan bumi. Seperti yang kita tahu, penampakan bulan di langit selalu berubah secara periodik. Kadang bulan tampak seperti sabit tipis, lalu membesar hingga satu bulatan penuh (bulan purnama), lalu mengecil lagi menjadi bentuk sabit, lalu akhirnya menghilang (bulan mati/bulan baru). Kita menyebut perubahan bentuk ini sebagai “fase bulan”. Selang waktu antara bulan purnama ke bulan purnama lagi (satu bulan hijriah) sekitar 29,53 hari.

Selama berevolusi mengelilingi matahari, separuh permukaan bulan selalu diterangi matahari. Fase bulan diakibatkan oleh perubahan posisi relatif bumi, bulan dan matahari. Jadi, penampakan fase bulan hanya tergantung dari posisi bulan saat mengorbit bumi. Sebagai contoh, bulan akan terlihat purnama jika posisi matahari dan bulan berseberangan (bumi berada di antaranya). Bulan mati terjadi bila matahari dan bulan ada di arah yang sama (dilihat dari bumi, bulan ada di samping matahari).

Gambar

a.       Konjungsi
Kedudukan bulan searah dengan matahari. Pada saat itu bagian bulan yang menghadap ke bumi gelap atau tidak tampak. Pada aspek ini dapat terjadi gerhana matahari, karena cahaya matahari yang menuju bumi terhalang bulan. Hingga kita tidak akan melihat bulan bercahaya.
b.      Oposisi
Yaitu kedududkan bulan berlawanan arah dengan matahari dilihat dari bumi. Pada saat itu bulan tampak  sebagai bulan terbit pada saat matahari terbenam dan terbenam pada saat matahari terbit.
c.       Kurter
Yaitu pada saat kedudukan bulan tegak lurus terhadap garis penghubung bumi – matahari . pada aspek kuarter, bulan memperlihatkan fase perbani ( setengah bulan yang terang). Dalam sebulan terjadi dua kali kuarter yaitu kuarter pertama ketika bulan tampak bertambah besar  dan kuarter kedua keika bulan tampak kecil.


Fase bulan yang lain adalah sabit dan benjol dengan demikian dalam satu bulan sinodik, berturut – turut  berlangsung pergantian fase sebagai beikut :
1.       Bulan baru
2.       Bulan sabit
3.       Bulan perbani awal
4.       Bulan cembung
5.       Bulan purnama
6.       Bulan cembung
7.       Bulan perbani akhir
8.       Bulan sabit
9.       Bulan baru

sekian...... trimakasih sudah mengunjungi.... :D


Minggu, 06 April 2014

RINGKASAN MATERI BAHASA INDONESIA SMK TINGKAT UNGGUL

Nah ini... adalah ringkasan materi buat referensi bahasa Indonesia yang masih bingung tentang PROSSA,....
mungkin yang membutuhkan bisa langsung saja dilihat reverensi di bawah,
materi tersebut juga di berikan oleh guru saya yaitu IBU TITIK SUHARTI ANDAYANI yang dulu adalah guru saya di SMK N 2 Pengasih....

mOnggo... di saksikan hehehe.... :D

A.     Pengertian Prosa
Prosa ialah karya sastra yang berbentuk cerita yang bebas, tidak terikat oleh rima, irama, dan kemerduan bunyi seperti puisi. Bahasa prosa seperti bahasa sehari-hari. Menurut isinya, prosa terdiri atas prosa fiksi dan nonfiksi.
1.      Prosa Fiksi
Prosa fiksi ialah prosa yang berupa cerita rekaan atau khayalan pengarangnya. Isi cerita tidak sepenuhnya berdasarkan pada fakta. Prosa fiksi disebut juga karangan narasi sugestif/imajinatif. Prosa fiksi berbentuk cerita pendek (cerpen), novel, dan dongeng.
1.      Cerpen adalah cerita rekaan yang pendek dalam arti hanya berisi pengisahan dengan fokus pada satu konflik saja dengan tokohtokoh yang terbatas dan tidak berkembang. Alur cerita sederhana hanya memaparkan penyelesaian konflik yang diungkapkan.
2.      Novel berasal dari bahasa Italia, novella yang berarti barang baru yang kecil. Kemudian, kata tersebut menjadi istilah sebuah karya sastra dalam bentuk prosa. Novel lebih panjang isinya dari pada cerpen. Konflik yang dikisahkannya lebih luas. Para tokoh dan watak tokoh pun lebih berkembang sampai mengalami perubahan nasib. Penggambaran latar lebih detail. Bersamaan dengan perjalanan waktu terjadi perubahan-perubahan hingga konflik terselesaikan.
3.      Dongeng adalah cerita rekaan yang sama dengan cerpen atau novel. Hanya di dongeng, cerita yang dikisahkan adalah tentang hal-hal yang tak masuk akal atau tak mungkin terjadi. Misalnya, orang dapat menjelma jadi binatang, binatang dapat berkata-kata, dan sebagainya. Dongeng biasanya menjadi sarana penyampaian nasihat tentang moral atau bersifat alegoris. Contoh dongeng: Kancil dan Buaya, Jaka dan Pohon Kacang Ajaib, Eneng dan Kaos Kaki Ajaib, dan lain-lain.
Di dalam prosa fiksi, terdapat unsur-unsur pembangun yang disebut unsur intrinsik. Yang termasuk unsur intrinsik, yaitu: tema, alur, penokohan, latar, amanat, sudut pandang, dan gaya bahasa.
a.       Tema
Tema ialah inti atau landasan utama pengembangan cerita. Hal yang sedang diungkapakan oleh pengarang dalam ceritanya. Tema dapat bersumber pada pengalaman pengarang, pengamatan pada lingkungan, permasalahan kehidupan, dan sebagainya. Misalnya, tentang cinta, kesetiaan, ketakwaan, korupsi, perjuangan mencapai keinginan, perebutan warisan, dan sebagainya.
b.       Alur/Plot
Alur ialah jalan cerita atau cara pengarang bercerita. Alur dapat disebut juga rangkaian atau tahapan serta pengembangan cerita. Dari mana pengarang memulai cerita mengembangkan dan mengakhirinya. Alur terdiri atas alur maju, alur mundur (flash back), alur melingkar, dan alur campuran. Tahapan-tahapan alur yaitu:

(1) pengenalan
(2) pengungkapan masalah
(3) menuju konflik
(4) ketegangan
(5) penyelesaian

Perhatikan skema berikut:

 



c.       Penokohan
Penokohan ialah cara pengarang mengambarkan para tokoh di dalam cerita. Penokohan terdiri atas tokoh cerita, yaitu orang-orang yang terlibat secara langsung sebagai pemeran sekaligus penggerak cerita dan orang-orang yang hanya disertakan di dalam cerita. Dan watak tokoh, yaitu penggambaran karakter serta perilaku tokoh-tokoh cerita. Untuk menimbulkan konflik, biasanya di dalam cerita ada tokoh yang berperan penting dengan kepribadian yang menyenangkan dan ada tokoh yang berseberangan tindak-tanduk dan perilakunya dengan tokoh sentral tersebut. Tokoh utama disebut dengan tokoh protagonis dan lawannya adalah tokoh antagonis.
Cara pengarang menggambarkan para tokoh cerita ialah dengan secara langsung dijelaskan nama tokoh beserta gambaran fisik, kepribadian, lingkungan kehidupan, jalan pikiran, proses berbahasa, dan lain-lain. Dapat juga dengan cara tidak langsung, yaitu melalui percakapan/dialog, digambarkan oleh tokoh lainnya, reaksi dari tokoh lain, pengungkapan kebiasaan tokoh, jalan pikiran, atau tindakan saat menghadapi masalah.
d.       Latar/Setting
Latar cerita adalah gambaran tentang waktu, tempat, dan suasana yang digunakan dalam suatu cerita. Latar merupakan sarana memperkuat serta menghidupkan jalan cerita.
e.       Amanat
Amanat cerita adalah pesan moral atau nasehat yang disampaikan oleh pengarang melalui cerita yang dikarangnya. Pesan atau nasehat disampaikan oleh pengarang dengan cara tersurat yakni dijelaskan oleh pengarang langsung atau melalui dialog tokohnya; dan secara tersirat atau tersembunyi sehingga pembaca baru akan dapat menangkap pesan setelah membaca keseluruhan isi cerita.
f.         Sudut Pandang Pengarang
Sudut pandang pengarang atau point of view ialah posisi pengarang dalam cerita. Posisi pengarang dalam cerita terbagai menjadi dua, terlibat dalam cerita dan berada di luar cerita.
                 a.      Pengarang terlibat di dalam cerita. Terdiri atas pengarang sebagai pemeran utama (orang pertama), isi cerita bagaikan mengisahkan pengalaman pengarang. Selain itu, keterlibatan pengarang dalam cerita juga dapat memosisikan pengarang hanya pemeran pembantu. Artinya, pengarang bukan tokoh utama atau sentral namun ia ikut menjadi tokoh, misalnya cerita tentang kehidupan orang-orang terdekat pengarang, ayah, ibu, adik, atau sahabat seperti roman sastra berjudul “Ayahku” yang dikarang oleh HAMKA.

                 b.      Pengarang berada di luar cerita, terdiri atas pengarang serbatahu. Ia yang menciptakan tokoh, menjelaskan jalan pikiran tokoh, mengatur dan mereka semua unsur yang ada di dalam cerita. Selain itu, pengarang berada di luar cerita dapat hanya menjadikan pengarang sebagai pengamat atau disebut sudut pandang panoramik. Pengarang menceritakan apa yang dilihatnya, sebatas yang dilihatnya. Ia tidak mengetahui secara bathin tokoh-tokoh cerita. Posisi pengarang seperti ini biasanya terdapat pada cerita narasi yang berupa kisah perjalanan.
g.       Gaya Bahasa
Gaya bahasa adalah bagaimana pengarang menguraikan ceritanya. Ada yang menggunakan bahasa yang lugas, ada yang bercerita dengan bahasa pergaulan atau bahasa sehari-hari. Ada juga yang bercerita dengan gaya satire atau sindiran halus, menggunakan simbol-simbol, dan sebagainya. Penggunaan bahasa ini sangat membantu menimbulkan daya tarik dan penciptaan suasana yang tepat bagi pengembangan tema serta alur cerita. Setiap pengarang besar biasanya sudah memiliki ciri khas penggunaan bahasa dalam ceritanya.

2.      Prosa Nonfiksi
Prosa nonfiksi ialah karangan yang tidak berdasarkan rekaan atau khayalan pengarang, tetapi berisi hal-hal yang berupa informasi faktual (kenyataan) atau berdasarkan pengamatan pengarang. Karangan ini diungkapkan secara sistematis, kronologis, atau kilas balik dengan menggunakan bahasa semiformal. Karangan ini berbentuk eksposisi, persuasi, deskripsi, atau campuran. Prosa nonfiksi disebut juga karangan semiilmiah. Yang termasuk karangan semi ilmiah ialah : artikel, tajuk rencana,opini, feature, tips, biografi, reportase, iklan, pidato, dan sebagainya.

a.       Artikel
Artikel ialah karangan yang berisi uraian atau pemaparan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.       isi karangan bersumber pada fakta bukan sekadar realita
b.      bersifat faktual dengan mengungkapkan data-data yang diketahui pengarang bukan yang sudah umum diketahui (realita)
c.       uraian tidak sepenuhnya merupakan hasil pemikiran pengarang, tapi mengungkapakan fakta sesuai objek atau narasumbernya
d.      isi artikel dapat memaparkan hal apa saja seperti, pariwisata, kisah perjalanan, profil tokoh, kisah pengalaman orang lain, satir, atau humor.
(Ditulis oleh Nuria Widyasari)

Contoh artikel (2) berisi info kesehatan:
TERTAWA LANCARKAN PEREDARAN DARAH
BALTIMORE---Ilmuwan dari University of Maryland Center. Baltimore. Amerika Serikat (AS) berhasil menunjukkan keterikatakan antara tawa dan kesehatan. Berdasarkan penelitan yang dilakukannya, tawa terlihat dapat melancarkan peredaran darah. “Tiga puluh menit berolahraga sebanyak tiga kali dalam seminggu serta 15 menit tertawa lepas semestinya dijadikan bagian dari gaya hidup sehat,” ujar Michael Miller dari universitas tersebut.
Tertawa, lanjut Miller, dapat membuat pembuluh darah arteri menjadi tidak tegang. Sementara itu, aliran darah pun dibuatnya lebih lancar. “Kondisi ini terlihat dari percobaan yang melibatkan 20 orang relawan,” ungkapnya. Kedua puluh relawan dijelaskan Miller diajak menonton film komedi King Pin. Dengan memakai ultrasonik, Miller mengukur aliran darah dan pembuluh darah arteri di lengan para relawan, baik sebelum maupun sesudah menonton film tersebut. Hasil pengindraan membuktikan pembuluh darah arteri 19 orang relawan menjadi rileks dan aliran darahnya lebih lancar dari biasanya. Itu terjadi selama 30 hingga 45 menit setelah film usai ditonton.
Sementara itu, kondisi sebaliknya terjadi saat relawan yang sama diajak menonton adegan menegangkan dari film perang Saving Private Ryan. Dinding arteri para relawan menjadi tegang hingga menghalangi aliran  darah. Secara keseluruhan, aliran darah turun 35 persen setelah menyaksikan adegan menegangkan dan meningkat 22 persen selama adegan yang memancing tawa. Dari penelitian itu, Miller menyimpulkan tertawa dapat menyehatkan kondisi dinding pembuluh darah arteri. Tertawa diyakini bisa mengurangi risiko terkena penyakit jantung. “Setidaknya, tertawa jelas dapat memangkas dampak stres mental yang berbahaya bagi dinding pembuluh darah,” imbuhnya.
Hasil penelitian ini menurut Andrew Steptoe dari University College London, Inggris, sangat logis. Dia mengatakan emosi yang positif tentu akan menimbulkan efek yang juga positif. “Sekarang ini penelitian ilmiah yang mengungkapkan keterikatan antara emosi positif dan kesehatan sedang mengalami peningkatan.“ Miller awal pekan ini (7/3) mempresentasikan hasil penelitiannya di ajang pertemuan American College of Cardologi yang berlangsung di Orlando, Florida. Ia berharap dapat mengungkapkan lebih jauh bagaimana tawa dapat bermanfaat. “Kami tidak tahu manfaat langsung dari tertawa. Demikian pula dengan dampak tidak langsung dari pengurangan stres, “ ungkapnya.
(Republika, 9 Maret 2005)

b.       Tajuk Rencana
Tajuk rencana atau editorial adalah karangan yang bersifat argumentatif yang ditulis oleh redaktur media massa mengenai hal-hal yang faktual dan aktual (sedang terjadi atau banyak dibicarakan orang). Isi tajuk merupakan pandangan atau tanggapan dari penulisnya mengenai suatu permasalahan atau peristiwa. Tajuk rencana juga diistilahkan dengan editorial.
Contoh Tajuk Rencana:
Komersialisasi Pendidikan
Keluhan bertubi-tubi datang. Orang tua mengadu tentang besarnya biaya sekolah negeri dan swasta yang sama-sama “ganas” melakukan pungutan. Istilah komersialisasi pendidikan marak belakangan ini. Berbeda dengan tahun lalu, keluhan komersialisasi tahun ini lebih masif. Unjuk rasa masyarakat menggarisbawahi keluhan orang tua. Penegasan pemerintah, pungutan boleh dilakukan asal terkendali dan tidak komersial, bisa kontraproduktif.
Penegasan itu dianggap bukan pelarangan, tetapi pembenaran. Sekolah negeri, juga perguruan tinggi negeri tidak kalah mahal dibandingkan swasta. Sebagai contoh, uang penerimaan siswa baru SMA negeri di Jakarta Timur Rp 7.375.000, sementara di SMA swasta di Jakarta pusat Rp 11.718.000. Bangku sekolah dijualbelikan!
Keresahan orang tua mengingatkan para pengambil keputusan. Meski Indonesia sudah merdeka lebih dari 60 tahun, belum pernah masalah pendidikan ditangani serius. Belum selesai soal ujian, muncul soal buku, kurikulum, merosotnya mutu, dan seterusnya. Memang setelah reformasi dibanding era sebelumnya, ada langkah maju setapak. Dulu baru sebatas penegasan pentingnya pendidikan(pengembangan SDM), sekarang penambahan alokasi 20 persen dari total anggaran nasional. Sampai tahun ini, baru terealisasi 8 persen. Pro dan kontra masih riuh, di antaranya daya dukung manajemen Depdiknas. Oleh karena itu, tak perlu kaget ketika Jepang mengalokasikan anggaran pendidikan 100 kali lipat dibanding Indonesia. Sebaliknya, harus kaget ketika Banglades, negara kecil dan miskin, mengalokasikan anggaran 2,9 persen dari anggaran nasional mereka; sementara Indonesia di era bersamaan hanya 1,4 persen.
Pendidikan adalah tugas masyarakat dan pemerintah. Ketika praksis pendidikan tidak lagi dominan sebagai kegiatan sosial tetapi bisnis, hokum dagang “ada rupa ada harga” berkembang subur. Menyelenggarakan lembaga pendidikan serupa lembaga bisnis. Memang dari sana pula lembaga pendidikan swasta berkembang. Ketika pemerintah juga melakukan praktik yang sama, timbul pertanyaan, negeri dan swasta kok sama? Lembaga-lembaga sekolah negeri ikut “ganas” melakukan berbagai pungutan. Parodi pendidikan hanya menghasilkan air mata memperoleh pembenaran. .........
Anggaran cukup bukan segala-galanya. Ketersediaan anggaran baru memenuhi salah satu dari sekian persyaratan praksis pendidikan. Namun, ketersediaan anggaran mencerminkan seriusnya perhatian, keberanian memberikan prioritas, dan sesuatu yang tidak selesai hanya jadi wacana berkepanjangan.
(Sumber: Kompas, Jum’at ,13 Juli 2007)

c.       Opini
Opini adalah tulisan berisi pendapat, pikiran atau pendirian seseorang tentang sesuatu. Opini termasuk bentuk prosa faktual karena meskipun masih bersifat pendapat penulisnya, namun tetap dalam opini diungkapkan berbagai alasan yang dapat menguatkan pendapat tersebut.

Contoh Opini:
DAMPAK BURUK TAYANGAN TELEVISI
Akhir-akhir ini, kita sering melihat tayangan televisi yang mengandung pornografi, kekerasan, dan mistik. Hal ini merisaukan para orang tua karena tayangan itu jelas tidak baik bagi perkembangan mental anak-anak mereka. Hal tersebut berpotensi untuk mendidik anak-anak menjadi penakut, suka kekerasan, dan menjadi dewasa sebelum waktunya.
Apa yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan anak-anak dari pengaruh semacam ini? Sebenarnya ada yang bisa dilakukan tanpa harus menyalahkan stasiun televisi.
-       Pertama, batasi jam anak menonton televisi.
-       Kedua, dampingi mereka saat menonton televisi agar orang tua bisa menjelaskan dan menyaring acara yang mereka tonton.
-       Terakhir, berilah anak sarana hiburan yang lain seperti buku agar mereka mengurangi konsumsi terhadap televisi.
Akhirnya, penulis juga mengimbau pada pengelola stasiun televise agar menempatkan acara berbau seks, kekerasan, dan mistik pada jam-jam anak-anak jarang menonton, misalnya pada jam anak sekolah, atau tengah malam pada saat anak-anak sudah tidur. Ingat, televisi sedikit banyak adalah “guru” yang mudah memberikan pendidikan pada anak-anak.
(Ditulis oleh: Febriano Jody Ariawan dalam buku Komposisi Karangan, Lahmudin Finoza)

d.       Feature
Feature atau ficer ialah sejenis artikel eksposisi yang memberikan tekanan aspek tertentu yang dianggap menarik atau perlu ditonjolkan dari suatu objek atau peristiwa yang memiliki daya tarik secara emosional, pribadi, atau bersifat humor. Isi feature bukan berita yang aktual, tapi kejadian yang sudah berlalu.
Contoh Feature / ficer:
EMPING CONDET
Jika Anda kebetulan makan emping, barangkali yang Anda makan itu emping condet. Dan jika pada suatu kali Anda menelusuri jalan setapak yang lengang, sejuk, dan teduh di pelosok Condet, telinga Anda pastilah akan mendengar bunyi ketukan bertalu-talu di sepanjang jalan itu, bersahutsahutan dari rumah ke rumah. Suara itu tak lain dari suara penduduk yang sedang ngemping. Kalau Anda melongok sedikit, hampir di depan setiap rumah terlihat emping yang sedang dijempur, diletakkan di atas anyaman bambu di atas tanah.
Yang memegang peranan utama dalam membuat emping adalah buah melinjo. Pohon melinjo banyak dijumpai di antara rimbunnya pepohonan di Condet. Konon dahulu, jika buah melinjo sedang masak, seluruh pohon kelihatan merah menyala. Daunnya yang hijau tidak tampak sama sekali.
Apabila buah melinjo diturunkan, hasilnya antara 50-80 liter. Tapi sekarang merosot sampai 20 liter saja dalam sekali musim, yang biasa dipanen 2 kali dalam setahun. Lagipula sekarang tidak banyak pohon melinjo yang diizinkan berbuah karena harus digunduli dan sekali dalam 5 hari pucukpucuk daunnya yang muda dipetik kemudian dijual. Pasti laris karena daun itu merupakan bahan utama untuk sayur asem. Sekeranjang daun melinjo harganya antara Rp 300,- sampai Rp 700,- tergantung cuaca. Makin panas suhu, makin tinggi harga daun melinjo.
Namun, konsumsi sayur asem yang luar biasa ini telah sangat mengurangi produksi buah melinjo, sedangkan ‘pabrik’ emping harus bekerja terus untuk mendatangkan income sampingan bagi penduduk Condet. Apa akal? ‘Impor!’ sekitar 70 s.d. 80% buah melinjo yang diemping di Condet sekarang ini adalah barang ‘impor’ dari Lenteng Agung, Pondok Bambu, Serang, dan daerah lain di sekitar Jakarta.
Kendati demikian, kesibukan memetik bauh melinjo masih merupakan acara tetap musiman di Condet. Pagi-pagi sang bapak dibantu anak lelakinya akan menurunkan semua buah melinjo, lalu meletakkannya di beranda atau di pakarangan rumah. Semua anggota keluarga segera turun tangan memisahkan melinjo yang sudah masak betul dari yang belum begitu masak yang segera dapat dijual untuk campuran sayur asem. Buah yang masak yang segera dikupas kulitnya. Anak-anak tetangga yang berkerumun menonton biasanya turut bantu mengupas. Untuk setiap liter melinjo bersih mereka dapat upah Rp 20 dan seorang anak yang cekatan dapat menyelesaikan 5 liter dalam waktu 2 jam. Lumayan.
Kulit melinjo yang merah ini tidak pula dibuang begitu saja. Setelah direbus sebentar lalu dikeringkan, dan siaplah kulit ini untuk dijadikan campuran sambal goreng, opor, lodeh atau pun kalio. Bisa juga diiris panjang-panjang dan digoreng bersama ikan teri, dengan cabai, atau tidak.
Jika buah melinjo yang bersih sudah tersedia, pekerjaan membuat emping dapat dimulai. Untuk ini, dibutuhkan sebuah tungku dengan kayu bakar dan sebuah kuali tanah, sedikit pasir, sebuah landasan dari batu (untuk ini banyak digunakan ubin bekas dari sisa bongkaran rumah zaman dulu, yang tebalnya sampai 5 cm dan panjang/lebarnya 60 cm), martil besi dan anyaman bambu untuk tempat menjemur. Memang mulai banyak juga orang yang menggunakan kompor minyak tanah dan kuali baja atau aluminium, tapi barang-barang ini masih dipandang sebelah mata oleh  orang Condet.
Nah, bila semua sudah siap, buah melinjo digongseng bersama pasir, di dalam wajan yang diletakkan di atas tungku yang apinya kecil. Ini dilakukan sebentar saja, 3-5 menit, tapi sementara itu buah mesti terus diaduk. Yang sudah mulai hangus kulitnya segera diangkat, ditegakkan di atas sepotong papan kecil, dan ditokok pelan dengan martil. Kulitnya segera pecah, lalu isinya diletakkan di atas landasan dan ditokok lagi dengan martil sampai pipih. Setelah pipih, sudah kelihatan seperti emping. Karena masih basah, emping ini dipindahkan ke anyaman bamboo untuk dijemur. Mengangkat emping basah dari landasan ke anyaman bambu memerlukan teknik tersendiri. Jika buah melinjonya cukup tua dan menggongseng tepat, emping basah itu akan mudah diangkat, seperti mengangkat kue dadar kecil dari wajan. Kalau salah satu atau kedua persyaratan itu tidak terpenuhi, terpaksa digunakan sejenis alat, yaitu sekeping kecil seng yang digunakan seperti pisau khusus untuk menyayat emping basah itu dari landasan batu. Sementara itu, buah melinjo terus dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam kuali, dan yang sudah masak langsung dikeluarkan, dikupas, dan dipipihkan.
Biasanya satu tim pembuat emping terdiri atas seorang ibu dengan dua anak gadisnya. Mereka bertiga dapat menyelesaikan 10 liter melinjo dalam waktu 7 jam, mulai dari pukul 8 pagi sampai pukul 3 sore, diselang-seling tugas-tugas lain seperti memasak, mencuci, dan sebagainya. Apabila yang mereka kerjakan bukan melinjo hasil kebon sendiri, artinya apabila yang mereka mengambil upahan membuat emping, untuk mengerjakan 10 liter melinjo mereka memperoleh Rp 600.
Emping yang dihasilkan dari 10 liter melinjo itu adalah sekitar 4 kg, kering. Kalau harga jual borongan emping sekitar Rp 1150 per kilogram, dapat Anda perhitungkan sendiri mana yang lebih menguntungkan antara mengizinkan pohon melinjo berbuah atau menjual pucuknya untukkonsumsi sayur asem. Orang Condet melakukan keduanya.
Emping ‘satu melinjo’ jarang dibuat di Condet, kecuali atas pesanan. Yang banyak dibuat adalah emping ‘multimelinjo’ yang ukurannya besarbesar. Ada emping 8 melinjo, 12 melinjo (yang paling banyak dibuat), bahkan ada yang 30 melinjo, yaitu emping besar yang garis tengahnya mencapai 25 cm dan banyak dijumpai di restoran-restoran besar. Untuk emping ukuran besar ini, ada cara pembuatan tertentu. Mula-mula dibuat dulu bentuk bulan sabit, kemudian setengah lingkaran, baru sesudahnya lingkaran penuh yang rapi. Melihat proses ini, tidak dapat tidak timbul ide, dapatkan misalnya emping dirancang bentuknya menurut pesanan? Untuk merayakan ulang tahun anak Anda barangkali Anda ingin emping berbentuk Tongki Bebek? Atau bintang? Belum pernah dicoba, memang. Anda mau pesan?
(Ditulis oleh: Ismail Marahimin dalam buku Menulis Secara Populer)

e.       Biografi
Biografi adalah kisah atau riwayat kehidupan seorang tokoh yang ditulis oleh orang lain. Biografi ditulis dengan berbagai tujuan. Salah satunya untuk memberikan informasi bagi pembaca tentang latar belakang kehidupan seorang tokoh dari sejak kecil hingga mencapai karir di kehidupannya kemudian. Jika tokoh itu sendiri yang menulisnya disebut otobiografi. Biografi termasuk prosa naratif ekspositoris atau prosa faktual yang mengungkapkan fakta-fakta nyata.
Contoh penggalan Biografi:
SEKELEBAT RIWAYAT RAMADHAN K.H.
Ia suka dipanggil Tutun oleh keluarganya, dan disapa Atun oleh teman-teman dekatnya. Ia sendiri biasa menuliskan namanya, Ramadhan K.H. semacam kependekan dari Ramadhan Kartahadimadja. Lahir di Bandung, 16 Maret 1927, Ramadhan adalah anak ke tujuh dari sepuluh bersaudara. Ayahnya Rd. Edjeh Kartahadimadja, adalah seorang patih pada masa kekuasaan Hindia Belanda. Ramadhan lahir dari pernikahan Rd. Kartahadimadja dengan istri ketiganya, Sadiah. Masa kecil Ramadhan dilewatkan di Cianjur, sebuah kota yang dipeluk hawa sejuk, tanah kelahiran pengarang ternama Utuy Tatang Sontani (1918-1978).
Dunia Ramadhan serupa bianglala: Ia mengubah puisi dan mengarang novel serta cerita pendek ; ia pernah bekerja sebagai wartawan, mengasuh ruangan kebudayaan, dan hingga kini menjadi penulis lepas; ia menerjemahkan karya-karya sastra mancanegara dan turut aktif
membangun jembatan budaya yang menghubungkan Indonesia dengan negeri-negeri asing; ia menyunting sejumlah buku dan pernah turut mengelola lembaga penerbitan; ia pernah ikut aktif dalam pengelolaan organisasi kesenian; ia pun belakangan terkenal sebagai penulis biografi tokoh-tokoh terkemuka Indonesia. Tak diragukan lagi, Ramadhan K.H. menduduki tempat terpandang di jajaran penulis Indonesia.
(Dikutip dari buku: Ramadhan K.H. Tiga Perempat Abad)

f.         Tips
Tips ialah karangan yang berisi uraian tentang tata cara atau langkahlangkah operasional dalam melakukan atau membuat sesuatu. Disajikan dengan ringan, sederhana, dan bahasa yang populer. Karangan ini termasuk jenis artikel ekspositoris.
Contoh karangan berisi tips:
BEBERAPA CARA MEMBASMI KETOMBE
Ketombe memang amat menjengkelkan, tidak hanya bagi wanita, tapi juga bagi pria. Apabila rambut dihinggapi ketombe, kulit kepala terasa gatal yang luar biasa, terutama bila terkena sinar matahari. Bila Anda terkena penyakit ini, dan belum menemukan obat yang mujarab, di sini dapat Anda temukan beberapa cara yang mudah untuk mengatasinya. Cobalah salah satu cara berikut, yang menurut Anda paling sesuai dan paling mudah untuk Anda lakukan.
Cara pertama adalah dengan menggunakan daun kikim (istilah Sunda: daun antahan). Petiklah kira-kira 25 lembar daun kikim ini, tumbuk sampai halus, kemudian sedu dengan 1 liter air panas. Setelah airnya menjadi hangat-hangat kuku, pakailah untuk membahasi rambut Anda sampai rata. Biarkan selama kurang lebih 5 menit, kemudian keramaslah rambut Anda seperti biasa. Ulangi ini sampai tiga kali selama seminggu, dan ketombe yang senantiasa menganggu akan lenyap, tanpa Anda harus mengeluarkan biaya yang besar.
Jika Anda mengalami kesukaran mendapatkan daun kikim, cobalah buah mengkudu. Cara ini pun cukup mudah. Sediakan 2 atau 3 buah mengkudu, bubuhi air setengah gelas, dan remas-remas. Setelah lumat saring untuk mengambil airnya. Pakailah air perasan buah ini untuk keramas. Biarkan selama 5 menit, cucilah rambut Anda seperti biasa. Untuk menghilangkan baunya yang kurang sedap, pakailah shampoo seperti biasa.
Air rendaman daun kangkung yang masih muda pun dapat menghilangkan ketombe. Caranya cukup sederhana. Sediakan daun kangkung yang masih muda sebanyak kira-kira 20 tangkai. Sebaiknya petiklah sendiri di tempatnya agar getah yang dihasilkan lebih banyak. Cincang-cincanglah daun kangkung itu. Kemudian rendam di dalam sebaskom air. Setelah selama satu malam, air rendaman itu akan berwarna kebiru-biruan. Pakailah air ini untuk keramas setiap hari. Kepala yang berketombe berat akan terasa pedih bila dikeramas dengan air rendaman kangkung ini, dan makin sering keramas akan makin berkurang pedih maupun gatalnya sehingga akhirnya akan hilang sama sekali.
Untuk mencegah agar jangan sampai berketombe lagi, keramasilah rambut Anda dengan air rendaman kangkung seperti ini seminggu sekali secara rutin. Setiap kali keramas, air rendaman kangkung harus baru. Resep ini hanya untuk satu kali pakai. Dan jangan pula lupa bahwa setiap selesai keramas dengan air rendaman kangkung ini Anda harus mencuci rambut dengan air sampai bersih. Boleh juga Anda gunakan shampoo seperti biasanya. Selamat mencoba, semoga Anda terbebas dari ketombe yang menjengkelkan.
(Ditulis oleh Yulia Ain Sani dalam “Menulis Secara Populer” oleh Ismail Marahimin, 2001)

g.       Reportase
Reportase ialah karangan yang berupa hasil laporan dari liputan suatu peristiwa atau kejadian yang sedang berlangsung atau belum lama berlangsung untuk keperluan berita di media massa. Bersifat informasi aktual. Contoh reportase, yaitu berita langsung tentang kejadian bencana alam gempa jogja, atau janjir di Jakarta.

h.       Jurnalisme Baru (New Journalism)
Jurnalisme Baru (new journalism) ialah semacam berita yang dituliskan ke dalam bentuk novel atau cerita pendek. Karena berbentuk cerita, unsur-unsur pembangun sebuah cerita seperti, alur, tokohtokoh, latar, dan konflik, dipenuhi meskipun isinya merupakan fakta atau kejadian yang sebenarnya. Isi jurnalisme baru merupakan hal-hal kejadian luar biasa yang menghebohkan atau menggemparkan seperti kejahatan sadis, peperangan, dan musibah besar yang menarik perhatian masyarakat atau dunia. Dalam jurnalisme baru, diungkapkan hal-hal dari peristiwa tersebut yang belum terungkap ialah pemberitaan media massa, seperti latar belakang, motif, tujuan, jalan pikiran, dan sebagainya. Oleh sebab itu, penulis jurnalisme baru harus berusaha mengumpulkan sebanyakbanyaknya data dari narasumber, tokoh yang terlibat atau para saksi dari kejadian yang akan diungkapkan. Contoh tulisan jurnalisme baru, yaitu perang Vietnam, Perlharbour, In Cold Blood (peristiwa pembunuhan sadis–berdarah dingin–terhadap empat keluarga petani di Kansas Amerika Serikat), atau kisah Kusni Kasdut, penjahat besar di era tahun 60-an di Indonesia, dan sebagainya.

i.         Iklan
Iklan ialah informasi yang disajikan lewat media massa, buletin atau surat edaran yang bertujuan untuk memberitahukan atau mempromosikan suatu barang atau jasa kepada khalayak untuk kepentingan bisnis, pengumuman, atau pelayanan publik. Iklan terdiri atas iklan keluarga, undangan, pengumuman, penerangan, niaga, lowongan pekerjaan, dan sebagainya.
Ciri-ciri bahasa iklan:
a.       Kalimatnya singkat; hanya menonjolkan bagian-bagian yang dipentingkan,
b.      Uraian bersifat informatif dan persuasif,
c.       Menggunakan kata-kata yang terpilih dan menarik perhatian orang untuk mengetahui, mencoba, atau ingin memiliki,
j.         Pidato atau khotbah.
Pidato ialah aktivitas mengungkapkan pikiran, ide, gagasan secara lisan dalam bentuk rangkaian kata-kata atau kalimat kepada orang banyak dengan tujuan tertentu. Pidato biasanya dilakukan dalam acaraacara resmi, seremonial, dan pertemuan-pertemuan ilmiah. Pidato merupakan bentuk komunikasi satu arah karena terdiri atas pemberi pidato satu orang dan orang banyak sebagai pendengar.
Bahasa dan isi pidato disesuaikan dengan pendengar (audience) berdasarkan, tingkat pemikiran atau pendidikan, usia, dan topik pembicaraan. Bagian-bagian pidato ialah seperti berikut.
1. Bagian pembukaan berisi:
(1) salam pembuka
(2) ungkapan sapaan
(3) puji syukur kepada Tuhan
(4) penegasan konteks pertemuan atau acara
2. Bagian isi berisi uraian pidato sesuai dengan yang telah direncanakan atau ingin disampaikan.
3. Penutup pidato, berisi:
(1) kesimpulan isi pidato
(2) harapan-harapan atau himbauan
(3) ucapan terima kasih dan permohonan maaf
(4) salam penutup
Beberapa hal berikut harus diperhatikan dalam menyimak pidato.
1. Simaklah isi pidato dengan saksama dari awal hingga akhir.
2. Pahami gagasan, pendapat, atau pesan yang disampaikan dalam pidato.
3. Ingatlah atau catatlah hal-hal penting yang terdapat dalam uraian pidato dan beri komentar.
Contoh Pidato:            MEMASUKI ABAD TEKNOLOGI, INFORMASI, DAN GLOBALISASI
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.
Yth. Bapak/Ibu Kepala Sekolah
Bapak/Ibu Guru yang saya hormati dan rekan-rekan pelajar yang saya banggakan. Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menyampaikan pidato saya dengan tema: memasuki abad teknologi, informasi, dan globalisasi.
Indonesia kini telah memasuki abad baru, yaitu abad teknologi,informasi, dan globalisasi. Dalam masa ini, hanya negara-negara yang memiliki sumber daya manusia (SDM) berkualitas, memiliki daya saing yang tinggi, serta memiliki jati diri yang kuat yang dapat bertahan hidup dan memenangkan persaingan di arena percaturan global. Dengan memasuki abad baru, hampir seluruh arus barang, jasa, informasi, manusia, dan bahkan adat budaya akan makin bebas keluar masuk ke suatu negara. Dampak positif globalisasi membawa kemajuan yang pesat bagi kehidupan dan pembangunan, namun dampak negatifnya akan berpengaruh terhadap nilai-nilai peradaban dan budaya bangsa.
Kita sebagai pelajar harus mengembangkan sikap disiplin dan etos kerja yang tinggi, membiasakan dan membina sikap yang teguh, tegar, dan tangguh penuh kreativitas dan dinamis, dalam berbagai macam kesulitan dan ujian serta tantangan kehidupan. Selain itu, kita juga harus berkomitmen tinggi, jujur, inovatif, dan mandiri. Berkomitmen tinggi artinya kita harus memfokuskan kepada tugas yang kita kerjakan dan berupaya untuk memperoleh hasil yang maksimal. Jujur, yaitu kita harus jujur dalam mengerjakan pekerjaan kita, tidak melakukan hal-hal negatif yang berhubungan dengan pekerjaan kita, dan tidak melakukan kecurangan. Mandiri, yaitu kita harus mengerjakan tugas kita sendiri tanpa meminta orang lain untuk mengerjakannya.
Simpulannya bahwa dalam memasuki era teknologi, informasi dan globalisasi, kita harus meningkatkan sumber daya manusia yang kita miliki untuk siap bersaing. Kita juga harus menyiapkan mental, sikap dan semangat untuk meraih prestasi setinggi-tingginya baik dalam menuntut ilmu maupun bekerja serta senantiasa menghindari pengaruh-pengaruh negatif globalisasi.
Hadirin yang berbahagia,
Karena itu, melalui pidato ini saya mengajak rekan-rekan pelajar sebagai generasi muda penerus bangsa untuk mampu memelihara kepribadian dan jati diri bangsa, serta menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya nasional dalam cara yang benar dan positif.
Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Bapak/ Ibu serta rekan-rekan pelajar yang telah mendengarkan pidato saya. Mohon maaf bila dalam penyampaian pidato ini terdapat kekeliruan dan kesalahan perkataan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
(Sumber Tugas Siswa SMK N 44, dengan sedikit tambahan)
  
sekian semoga bermanfaat... :D