Nah ini... adalah ringkasan materi buat referensi bahasa Indonesia yang masih bingung tentang PROSSA,....
mungkin yang membutuhkan bisa langsung saja dilihat reverensi di bawah,
materi tersebut juga di berikan oleh guru saya yaitu IBU TITIK SUHARTI ANDAYANI yang dulu adalah guru saya di SMK N 2 Pengasih....
mOnggo... di saksikan hehehe.... :D
A.
Pengertian Prosa
Prosa
ialah karya sastra yang berbentuk cerita yang bebas, tidak terikat oleh rima,
irama, dan kemerduan bunyi seperti puisi. Bahasa prosa seperti bahasa
sehari-hari. Menurut isinya, prosa terdiri atas prosa fiksi dan nonfiksi.
1.
Prosa Fiksi
Prosa
fiksi ialah prosa yang berupa cerita rekaan atau khayalan pengarangnya. Isi
cerita tidak sepenuhnya berdasarkan pada fakta. Prosa fiksi disebut juga
karangan narasi sugestif/imajinatif. Prosa fiksi berbentuk cerita pendek
(cerpen), novel, dan dongeng.
1.
Cerpen adalah cerita rekaan yang pendek dalam arti hanya berisi pengisahan
dengan fokus pada satu konflik saja dengan tokohtokoh yang
terbatas dan tidak berkembang. Alur cerita sederhana hanya
memaparkan penyelesaian konflik yang diungkapkan.
2.
Novel berasal dari bahasa Italia, novella yang berarti barang
baru yang kecil. Kemudian, kata tersebut menjadi istilah sebuah karya sastra
dalam bentuk prosa. Novel lebih panjang isinya dari pada cerpen.
Konflik yang dikisahkannya lebih luas. Para tokoh dan watak
tokoh pun lebih berkembang sampai mengalami perubahan nasib.
Penggambaran latar lebih detail. Bersamaan dengan perjalanan waktu
terjadi perubahan-perubahan hingga konflik terselesaikan.
3.
Dongeng adalah cerita rekaan yang sama dengan cerpen atau novel.
Hanya di dongeng, cerita yang dikisahkan adalah tentang hal-hal
yang tak masuk akal atau tak mungkin terjadi. Misalnya, orang
dapat menjelma jadi binatang, binatang dapat berkata-kata, dan
sebagainya. Dongeng biasanya menjadi sarana penyampaian nasihat
tentang moral atau bersifat alegoris. Contoh dongeng: Kancil
dan Buaya, Jaka dan Pohon Kacang Ajaib, Eneng dan Kaos Kaki
Ajaib, dan lain-lain.
Di
dalam prosa fiksi, terdapat unsur-unsur pembangun yang disebut unsur intrinsik.
Yang termasuk unsur intrinsik, yaitu: tema, alur, penokohan, latar, amanat,
sudut pandang, dan gaya bahasa.
a. Tema
Tema ialah inti atau
landasan utama pengembangan cerita. Hal yang sedang diungkapakan oleh pengarang dalam ceritanya. Tema dapat
bersumber pada pengalaman pengarang, pengamatan pada lingkungan,
permasalahan kehidupan, dan sebagainya. Misalnya, tentang cinta,
kesetiaan, ketakwaan, korupsi, perjuangan mencapai keinginan,
perebutan warisan, dan sebagainya.
b. Alur/Plot
Alur ialah jalan cerita atau cara pengarang bercerita. Alur dapat
disebut juga rangkaian atau tahapan serta pengembangan cerita. Dari mana
pengarang memulai cerita mengembangkan dan mengakhirinya. Alur terdiri atas
alur maju, alur mundur (flash back), alur melingkar, dan alur campuran.
Tahapan-tahapan alur yaitu:
(1) pengenalan
(2) pengungkapan masalah
(3) menuju konflik
(4) ketegangan
(5) penyelesaian
Perhatikan skema berikut:
c. Penokohan
Penokohan ialah cara pengarang mengambarkan para tokoh di dalam cerita.
Penokohan terdiri atas tokoh cerita, yaitu orang-orang yang terlibat secara
langsung sebagai pemeran sekaligus penggerak cerita dan orang-orang yang hanya
disertakan di dalam cerita. Dan watak tokoh, yaitu penggambaran karakter serta
perilaku tokoh-tokoh cerita. Untuk menimbulkan konflik, biasanya di dalam
cerita ada tokoh yang berperan penting dengan kepribadian yang menyenangkan dan
ada tokoh yang berseberangan tindak-tanduk dan perilakunya dengan tokoh sentral
tersebut. Tokoh utama disebut dengan tokoh protagonis dan lawannya
adalah tokoh antagonis.
Cara
pengarang menggambarkan para tokoh cerita ialah dengan secara langsung dijelaskan
nama tokoh beserta gambaran fisik, kepribadian, lingkungan kehidupan, jalan
pikiran, proses berbahasa, dan lain-lain. Dapat juga dengan cara tidak
langsung, yaitu melalui percakapan/dialog, digambarkan oleh tokoh lainnya,
reaksi dari tokoh lain, pengungkapan kebiasaan tokoh, jalan pikiran, atau
tindakan saat menghadapi masalah.
d.
Latar/Setting
Latar
cerita adalah gambaran tentang waktu, tempat, dan suasana yang digunakan dalam
suatu cerita. Latar merupakan sarana memperkuat serta menghidupkan jalan
cerita.
e.
Amanat
Amanat
cerita adalah pesan moral atau nasehat yang disampaikan oleh pengarang melalui
cerita yang dikarangnya. Pesan atau nasehat disampaikan oleh pengarang dengan
cara tersurat yakni dijelaskan oleh pengarang langsung atau melalui dialog
tokohnya; dan secara tersirat atau tersembunyi sehingga pembaca baru akan dapat
menangkap pesan setelah membaca keseluruhan isi cerita.
f.
Sudut Pandang Pengarang
Sudut
pandang pengarang atau point of view ialah posisi pengarang dalam
cerita. Posisi pengarang dalam cerita terbagai menjadi dua, terlibat dalam
cerita dan berada di luar cerita.
a.
Pengarang terlibat di dalam cerita. Terdiri atas pengarang sebagai pemeran
utama (orang pertama), isi cerita bagaikan mengisahkan pengalaman
pengarang. Selain itu, keterlibatan pengarang dalam cerita juga
dapat memosisikan pengarang hanya pemeran pembantu. Artinya, pengarang bukan tokoh utama atau sentral namun
ia ikut menjadi tokoh, misalnya cerita tentang kehidupan orang-orang
terdekat pengarang, ayah, ibu, adik, atau sahabat seperti roman sastra
berjudul “Ayahku” yang dikarang oleh HAMKA.
b.
Pengarang berada di luar cerita, terdiri atas pengarang serbatahu. Ia
yang menciptakan tokoh, menjelaskan jalan pikiran tokoh, mengatur
dan mereka semua unsur yang ada di dalam cerita. Selain itu, pengarang
berada di luar cerita dapat hanya menjadikan pengarang sebagai
pengamat atau disebut sudut pandang panoramik. Pengarang
menceritakan apa yang dilihatnya, sebatas yang dilihatnya. Ia tidak
mengetahui secara bathin tokoh-tokoh cerita. Posisi pengarang
seperti ini biasanya terdapat pada cerita narasi yang berupa kisah
perjalanan.
g. Gaya Bahasa
Gaya
bahasa adalah bagaimana pengarang menguraikan ceritanya. Ada yang menggunakan
bahasa yang lugas, ada yang bercerita dengan bahasa pergaulan atau bahasa
sehari-hari. Ada juga yang bercerita dengan gaya satire atau sindiran halus,
menggunakan simbol-simbol, dan sebagainya. Penggunaan bahasa ini sangat
membantu menimbulkan daya tarik dan penciptaan suasana yang tepat bagi
pengembangan tema serta alur cerita. Setiap pengarang besar biasanya sudah
memiliki ciri khas penggunaan bahasa dalam ceritanya.
2.
Prosa Nonfiksi
Prosa
nonfiksi ialah karangan yang tidak berdasarkan rekaan atau khayalan pengarang,
tetapi berisi hal-hal yang berupa informasi faktual (kenyataan) atau
berdasarkan pengamatan pengarang. Karangan ini diungkapkan secara sistematis,
kronologis, atau kilas balik dengan menggunakan bahasa semiformal. Karangan ini
berbentuk eksposisi, persuasi, deskripsi, atau campuran. Prosa nonfiksi disebut
juga karangan semiilmiah. Yang termasuk karangan semi ilmiah ialah : artikel,
tajuk rencana,opini, feature, tips, biografi, reportase, iklan, pidato,
dan sebagainya.
a. Artikel
Artikel ialah karangan yang berisi uraian atau pemaparan yang memiliki
ciri-ciri sebagai berikut:
a.
isi karangan bersumber pada fakta bukan sekadar realita
b.
bersifat faktual dengan mengungkapkan data-data yang diketahui pengarang
bukan yang sudah umum diketahui (realita)
c.
uraian tidak sepenuhnya merupakan hasil pemikiran pengarang, tapi
mengungkapakan fakta sesuai objek atau narasumbernya
d.
isi artikel dapat memaparkan hal apa saja seperti, pariwisata,
kisah perjalanan, profil tokoh, kisah pengalaman orang lain, satir, atau humor.
(Ditulis oleh Nuria Widyasari)
Contoh artikel (2) berisi info
kesehatan:
TERTAWA
LANCARKAN PEREDARAN DARAH
BALTIMORE---Ilmuwan
dari University of Maryland Center. Baltimore. Amerika Serikat (AS) berhasil
menunjukkan keterikatakan antara tawa dan kesehatan. Berdasarkan penelitan yang
dilakukannya, tawa terlihat dapat melancarkan peredaran darah. “Tiga puluh menit
berolahraga sebanyak tiga kali dalam seminggu serta 15 menit tertawa lepas
semestinya dijadikan bagian dari gaya hidup sehat,” ujar Michael Miller dari
universitas tersebut.
Tertawa,
lanjut Miller, dapat membuat pembuluh darah arteri menjadi tidak tegang.
Sementara itu, aliran darah pun dibuatnya lebih lancar. “Kondisi ini terlihat
dari percobaan yang melibatkan 20 orang relawan,” ungkapnya. Kedua puluh
relawan dijelaskan Miller diajak menonton film komedi King Pin. Dengan memakai
ultrasonik, Miller mengukur aliran darah dan pembuluh darah arteri di lengan
para relawan, baik sebelum maupun sesudah menonton film tersebut. Hasil
pengindraan membuktikan pembuluh darah arteri 19 orang relawan menjadi rileks
dan aliran darahnya lebih lancar dari biasanya. Itu terjadi selama 30 hingga 45
menit setelah film usai ditonton.
Sementara
itu, kondisi sebaliknya terjadi saat relawan yang sama diajak menonton adegan
menegangkan dari film perang Saving Private Ryan. Dinding arteri para relawan
menjadi tegang hingga menghalangi aliran
darah. Secara keseluruhan, aliran darah turun 35 persen setelah
menyaksikan adegan menegangkan dan meningkat 22 persen selama adegan yang memancing
tawa. Dari penelitian itu, Miller menyimpulkan tertawa dapat menyehatkan
kondisi dinding pembuluh darah arteri. Tertawa diyakini bisa mengurangi risiko
terkena penyakit jantung. “Setidaknya, tertawa jelas dapat memangkas dampak
stres mental yang berbahaya bagi dinding pembuluh darah,” imbuhnya.
Hasil
penelitian ini menurut Andrew Steptoe dari University College London, Inggris,
sangat logis. Dia mengatakan emosi yang positif tentu akan menimbulkan efek
yang juga positif. “Sekarang ini penelitian ilmiah yang mengungkapkan
keterikatan antara emosi positif dan kesehatan sedang mengalami peningkatan.“
Miller awal pekan ini (7/3) mempresentasikan hasil penelitiannya di ajang
pertemuan American College of Cardologi yang berlangsung di Orlando, Florida.
Ia berharap dapat mengungkapkan lebih jauh bagaimana tawa dapat bermanfaat.
“Kami tidak tahu manfaat langsung dari tertawa. Demikian pula dengan dampak
tidak langsung dari pengurangan stres, “ ungkapnya.
(Republika,
9 Maret 2005)
b. Tajuk Rencana
Tajuk rencana atau editorial adalah karangan yang bersifat argumentatif yang
ditulis oleh redaktur media massa mengenai hal-hal yang faktual dan aktual
(sedang terjadi atau banyak dibicarakan orang). Isi tajuk merupakan pandangan
atau tanggapan dari penulisnya mengenai suatu permasalahan atau peristiwa.
Tajuk rencana juga diistilahkan dengan editorial.
Contoh Tajuk Rencana:
Komersialisasi Pendidikan
Keluhan
bertubi-tubi datang. Orang tua mengadu tentang besarnya biaya sekolah negeri
dan swasta yang sama-sama “ganas” melakukan pungutan. Istilah komersialisasi
pendidikan marak belakangan ini. Berbeda dengan tahun lalu, keluhan
komersialisasi tahun ini lebih masif. Unjuk rasa masyarakat menggarisbawahi
keluhan orang tua. Penegasan pemerintah, pungutan boleh dilakukan asal
terkendali dan tidak komersial, bisa kontraproduktif.
Penegasan
itu dianggap bukan pelarangan, tetapi pembenaran. Sekolah negeri, juga
perguruan tinggi negeri tidak kalah mahal dibandingkan swasta. Sebagai contoh,
uang penerimaan siswa baru SMA negeri di Jakarta Timur Rp 7.375.000, sementara
di SMA swasta di Jakarta pusat Rp 11.718.000. Bangku sekolah dijualbelikan!
Keresahan
orang tua mengingatkan para pengambil keputusan. Meski Indonesia sudah merdeka
lebih dari 60 tahun, belum pernah masalah pendidikan ditangani serius. Belum
selesai soal ujian, muncul soal buku, kurikulum, merosotnya mutu, dan
seterusnya. Memang setelah reformasi dibanding era sebelumnya, ada langkah maju
setapak. Dulu baru sebatas penegasan pentingnya pendidikan(pengembangan SDM), sekarang
penambahan alokasi 20 persen dari total anggaran nasional. Sampai tahun ini,
baru terealisasi 8 persen. Pro dan kontra masih riuh, di antaranya daya dukung
manajemen Depdiknas. Oleh karena itu, tak perlu kaget ketika Jepang
mengalokasikan anggaran pendidikan 100 kali lipat dibanding Indonesia.
Sebaliknya, harus kaget ketika Banglades, negara kecil dan miskin,
mengalokasikan anggaran 2,9 persen dari anggaran nasional mereka; sementara
Indonesia di era bersamaan hanya 1,4 persen.
Pendidikan
adalah tugas masyarakat dan pemerintah. Ketika praksis pendidikan tidak lagi
dominan sebagai kegiatan sosial tetapi bisnis, hokum dagang “ada rupa ada
harga” berkembang subur. Menyelenggarakan lembaga pendidikan serupa lembaga
bisnis. Memang dari sana pula lembaga pendidikan swasta berkembang. Ketika
pemerintah juga melakukan praktik yang sama, timbul pertanyaan, negeri dan
swasta kok sama? Lembaga-lembaga sekolah negeri ikut “ganas” melakukan berbagai
pungutan. Parodi pendidikan hanya menghasilkan air mata memperoleh pembenaran.
.........
Anggaran
cukup bukan segala-galanya. Ketersediaan anggaran baru memenuhi salah satu dari
sekian persyaratan praksis pendidikan. Namun, ketersediaan anggaran
mencerminkan seriusnya perhatian, keberanian memberikan prioritas, dan sesuatu
yang tidak selesai hanya jadi wacana berkepanjangan.
(Sumber:
Kompas, Jum’at ,13 Juli 2007)
c.
Opini
Opini adalah tulisan berisi pendapat, pikiran atau pendirian seseorang tentang
sesuatu. Opini termasuk bentuk prosa faktual karena meskipun masih bersifat
pendapat penulisnya, namun tetap dalam opini diungkapkan berbagai alasan yang
dapat menguatkan pendapat tersebut.
Contoh Opini:
DAMPAK
BURUK TAYANGAN TELEVISI
Akhir-akhir
ini, kita sering melihat tayangan televisi yang mengandung pornografi,
kekerasan, dan mistik. Hal ini merisaukan para orang tua karena tayangan itu
jelas tidak baik bagi perkembangan mental anak-anak mereka. Hal tersebut
berpotensi untuk mendidik anak-anak menjadi penakut, suka kekerasan, dan
menjadi dewasa sebelum waktunya.
Apa
yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan anak-anak dari pengaruh semacam ini?
Sebenarnya ada yang bisa dilakukan tanpa harus menyalahkan stasiun televisi.
-
Pertama,
batasi jam anak menonton televisi.
-
Kedua,
dampingi mereka saat menonton televisi agar orang tua bisa menjelaskan dan
menyaring acara yang mereka tonton.
-
Terakhir,
berilah anak sarana hiburan yang lain seperti buku agar mereka mengurangi konsumsi
terhadap televisi.
Akhirnya,
penulis juga mengimbau pada pengelola stasiun televise agar menempatkan acara
berbau seks, kekerasan, dan mistik pada jam-jam anak-anak jarang menonton,
misalnya pada jam anak sekolah, atau tengah malam pada saat anak-anak sudah
tidur. Ingat, televisi sedikit banyak adalah “guru” yang mudah memberikan
pendidikan pada anak-anak.
(Ditulis oleh:
Febriano Jody Ariawan dalam buku Komposisi Karangan, Lahmudin Finoza)
d. Feature
Feature atau ficer ialah sejenis artikel eksposisi yang memberikan tekanan
aspek tertentu yang dianggap menarik atau perlu ditonjolkan dari
suatu objek atau peristiwa yang memiliki daya tarik secara emosional,
pribadi, atau bersifat humor. Isi feature bukan berita yang aktual,
tapi kejadian yang sudah berlalu.
Contoh
Feature / ficer:
EMPING
CONDET
Jika
Anda kebetulan makan emping, barangkali yang Anda makan itu emping condet. Dan
jika pada suatu kali Anda menelusuri jalan setapak yang lengang, sejuk, dan
teduh di pelosok Condet, telinga Anda pastilah akan mendengar bunyi ketukan
bertalu-talu di sepanjang jalan itu, bersahutsahutan dari rumah ke rumah. Suara
itu tak lain dari suara penduduk yang sedang ngemping. Kalau Anda melongok
sedikit, hampir di depan setiap rumah terlihat emping yang sedang dijempur,
diletakkan di atas anyaman bambu di atas tanah.
Yang
memegang peranan utama dalam membuat emping adalah buah melinjo. Pohon melinjo
banyak dijumpai di antara rimbunnya pepohonan di Condet. Konon dahulu, jika
buah melinjo sedang masak, seluruh pohon kelihatan merah menyala. Daunnya yang
hijau tidak tampak sama sekali.
Apabila
buah melinjo diturunkan, hasilnya antara 50-80 liter. Tapi sekarang merosot
sampai 20 liter saja dalam sekali musim, yang biasa dipanen 2 kali dalam
setahun. Lagipula sekarang tidak banyak pohon melinjo yang diizinkan berbuah
karena harus digunduli dan sekali dalam 5 hari pucukpucuk daunnya yang muda
dipetik kemudian dijual. Pasti laris karena daun itu merupakan bahan utama
untuk sayur asem. Sekeranjang daun melinjo harganya antara Rp 300,- sampai Rp
700,- tergantung cuaca. Makin panas suhu, makin tinggi harga daun melinjo.
Namun,
konsumsi sayur asem yang luar biasa ini telah sangat mengurangi produksi buah
melinjo, sedangkan ‘pabrik’ emping harus bekerja terus untuk mendatangkan income
sampingan bagi penduduk Condet. Apa akal? ‘Impor!’ sekitar 70 s.d.
80% buah melinjo yang diemping di Condet sekarang ini adalah barang ‘impor’
dari Lenteng Agung, Pondok Bambu, Serang, dan daerah lain di sekitar Jakarta.
Kendati
demikian, kesibukan memetik bauh melinjo masih merupakan acara tetap musiman di
Condet. Pagi-pagi sang bapak dibantu anak lelakinya akan menurunkan semua buah
melinjo, lalu meletakkannya di beranda atau di pakarangan rumah. Semua anggota
keluarga segera turun tangan memisahkan melinjo yang sudah masak betul dari
yang belum begitu masak yang segera dapat dijual untuk campuran sayur asem.
Buah yang masak yang segera dikupas kulitnya. Anak-anak tetangga yang berkerumun
menonton biasanya turut bantu mengupas. Untuk setiap liter melinjo bersih
mereka dapat upah Rp 20 dan seorang anak yang cekatan dapat menyelesaikan 5
liter dalam waktu 2 jam. Lumayan.
Kulit
melinjo yang merah ini tidak pula dibuang begitu saja. Setelah direbus sebentar
lalu dikeringkan, dan siaplah kulit ini untuk dijadikan campuran sambal goreng,
opor, lodeh atau pun kalio. Bisa juga diiris panjang-panjang dan digoreng
bersama ikan teri, dengan cabai, atau tidak.
Jika
buah melinjo yang bersih sudah tersedia, pekerjaan membuat emping dapat
dimulai. Untuk ini, dibutuhkan sebuah tungku dengan kayu bakar dan sebuah kuali
tanah, sedikit pasir, sebuah landasan dari batu (untuk ini banyak digunakan
ubin bekas dari sisa bongkaran rumah zaman dulu, yang tebalnya sampai 5 cm dan
panjang/lebarnya 60 cm), martil besi dan anyaman bambu untuk tempat menjemur.
Memang mulai banyak juga orang yang menggunakan kompor minyak tanah dan kuali
baja atau aluminium, tapi barang-barang ini masih dipandang sebelah mata oleh orang Condet.
Nah,
bila semua sudah siap, buah melinjo digongseng bersama pasir, di dalam wajan
yang diletakkan di atas tungku yang apinya kecil. Ini dilakukan sebentar saja,
3-5 menit, tapi sementara itu buah mesti terus diaduk. Yang sudah mulai hangus
kulitnya segera diangkat, ditegakkan di atas sepotong papan kecil, dan ditokok
pelan dengan martil. Kulitnya segera pecah, lalu isinya diletakkan di atas
landasan dan ditokok lagi dengan martil sampai pipih. Setelah pipih, sudah
kelihatan seperti emping. Karena masih basah, emping ini dipindahkan ke anyaman
bamboo untuk dijemur. Mengangkat emping basah dari landasan ke anyaman bambu
memerlukan teknik tersendiri. Jika buah melinjonya cukup tua dan menggongseng
tepat, emping basah itu akan mudah diangkat, seperti mengangkat kue dadar kecil
dari wajan. Kalau salah satu atau kedua persyaratan itu tidak terpenuhi,
terpaksa digunakan sejenis alat, yaitu sekeping kecil seng yang digunakan
seperti pisau khusus untuk menyayat emping basah itu dari landasan batu. Sementara
itu, buah melinjo terus dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam kuali, dan
yang sudah masak langsung dikeluarkan, dikupas, dan dipipihkan.
Biasanya
satu tim pembuat emping terdiri atas seorang ibu dengan dua anak gadisnya.
Mereka bertiga dapat menyelesaikan 10 liter melinjo dalam waktu 7 jam, mulai
dari pukul 8 pagi sampai pukul 3 sore, diselang-seling tugas-tugas lain seperti
memasak, mencuci, dan sebagainya. Apabila yang mereka kerjakan bukan melinjo
hasil kebon sendiri, artinya apabila yang mereka mengambil upahan membuat
emping, untuk mengerjakan 10 liter melinjo mereka memperoleh Rp 600.
Emping
yang dihasilkan dari 10 liter melinjo itu adalah sekitar 4 kg, kering. Kalau
harga jual borongan emping sekitar Rp 1150 per kilogram, dapat Anda
perhitungkan sendiri mana yang lebih menguntungkan antara mengizinkan pohon
melinjo berbuah atau menjual pucuknya untukkonsumsi sayur asem. Orang Condet
melakukan keduanya.
Emping
‘satu melinjo’ jarang dibuat di Condet, kecuali atas pesanan. Yang banyak
dibuat adalah emping ‘multimelinjo’ yang ukurannya besarbesar. Ada emping 8
melinjo, 12 melinjo (yang paling banyak dibuat), bahkan ada yang 30 melinjo,
yaitu emping besar yang garis tengahnya mencapai 25 cm dan banyak dijumpai di
restoran-restoran besar. Untuk emping ukuran besar ini, ada cara pembuatan
tertentu. Mula-mula dibuat dulu bentuk bulan sabit, kemudian setengah
lingkaran, baru sesudahnya lingkaran penuh yang rapi. Melihat proses ini, tidak
dapat tidak timbul ide, dapatkan misalnya emping dirancang bentuknya menurut
pesanan? Untuk merayakan ulang tahun anak Anda barangkali Anda ingin emping berbentuk
Tongki Bebek? Atau bintang? Belum pernah dicoba, memang. Anda mau pesan?
(Ditulis
oleh: Ismail Marahimin dalam buku Menulis Secara Populer)
e. Biografi
Biografi adalah kisah atau riwayat kehidupan seorang tokoh yang ditulis
oleh orang lain. Biografi ditulis dengan berbagai tujuan. Salah satunya untuk
memberikan informasi bagi pembaca tentang latar belakang kehidupan seorang
tokoh dari sejak kecil hingga mencapai karir di kehidupannya kemudian. Jika
tokoh itu sendiri yang menulisnya disebut otobiografi. Biografi termasuk prosa
naratif ekspositoris atau prosa faktual yang mengungkapkan fakta-fakta nyata.
Contoh
penggalan Biografi:
SEKELEBAT
RIWAYAT RAMADHAN K.H.
Ia
suka dipanggil Tutun oleh keluarganya, dan disapa Atun oleh teman-teman
dekatnya. Ia sendiri biasa menuliskan namanya, Ramadhan K.H. semacam kependekan
dari Ramadhan Kartahadimadja. Lahir di Bandung, 16 Maret 1927, Ramadhan adalah
anak ke tujuh dari sepuluh bersaudara. Ayahnya Rd. Edjeh Kartahadimadja, adalah
seorang patih pada masa kekuasaan Hindia Belanda. Ramadhan lahir dari
pernikahan Rd. Kartahadimadja dengan istri ketiganya, Sadiah. Masa kecil
Ramadhan dilewatkan di Cianjur, sebuah kota yang dipeluk hawa sejuk, tanah
kelahiran pengarang ternama Utuy Tatang Sontani (1918-1978).
Dunia
Ramadhan serupa bianglala: Ia mengubah puisi dan mengarang novel serta cerita
pendek ; ia pernah bekerja sebagai wartawan, mengasuh ruangan kebudayaan, dan
hingga kini menjadi penulis lepas; ia menerjemahkan karya-karya sastra
mancanegara dan turut aktif
membangun
jembatan budaya yang menghubungkan Indonesia dengan negeri-negeri asing; ia
menyunting sejumlah buku dan pernah turut mengelola lembaga penerbitan; ia
pernah ikut aktif dalam pengelolaan organisasi kesenian; ia pun belakangan
terkenal sebagai penulis biografi tokoh-tokoh terkemuka Indonesia. Tak
diragukan lagi, Ramadhan K.H. menduduki tempat terpandang di jajaran penulis Indonesia.
(Dikutip
dari buku: Ramadhan K.H. Tiga Perempat Abad)
f.
Tips
Tips ialah karangan yang berisi uraian tentang tata cara atau
langkahlangkah operasional dalam melakukan atau membuat sesuatu. Disajikan dengan
ringan, sederhana, dan bahasa yang populer. Karangan ini termasuk jenis artikel
ekspositoris.
Contoh
karangan berisi tips:
BEBERAPA
CARA MEMBASMI KETOMBE
Ketombe
memang amat menjengkelkan, tidak hanya bagi wanita, tapi juga bagi pria.
Apabila rambut dihinggapi ketombe, kulit kepala terasa gatal yang luar biasa,
terutama bila terkena sinar matahari. Bila Anda terkena penyakit ini, dan belum
menemukan obat yang mujarab, di sini dapat Anda temukan beberapa cara yang
mudah untuk mengatasinya. Cobalah salah satu cara berikut, yang menurut Anda
paling sesuai dan paling mudah untuk Anda lakukan.
Cara
pertama adalah dengan menggunakan daun kikim (istilah Sunda: daun antahan).
Petiklah kira-kira 25 lembar daun kikim ini, tumbuk sampai halus, kemudian sedu
dengan 1 liter air panas. Setelah airnya menjadi hangat-hangat kuku, pakailah
untuk membahasi rambut Anda sampai rata. Biarkan selama kurang lebih 5 menit,
kemudian keramaslah rambut Anda seperti biasa. Ulangi ini sampai tiga kali
selama seminggu, dan ketombe yang senantiasa menganggu akan lenyap, tanpa Anda
harus mengeluarkan biaya yang besar.
Jika
Anda mengalami kesukaran mendapatkan daun kikim, cobalah buah mengkudu. Cara
ini pun cukup mudah. Sediakan 2 atau 3 buah mengkudu, bubuhi air setengah
gelas, dan remas-remas. Setelah lumat saring untuk mengambil airnya. Pakailah
air perasan buah ini untuk keramas. Biarkan selama 5 menit, cucilah rambut Anda
seperti biasa. Untuk menghilangkan baunya yang kurang sedap, pakailah shampoo
seperti biasa.
Air
rendaman daun kangkung yang masih muda pun dapat menghilangkan ketombe. Caranya
cukup sederhana. Sediakan daun kangkung yang masih muda sebanyak kira-kira 20
tangkai. Sebaiknya petiklah sendiri di tempatnya agar getah yang dihasilkan
lebih banyak. Cincang-cincanglah daun kangkung itu. Kemudian rendam di dalam sebaskom
air. Setelah selama satu malam, air rendaman itu akan berwarna kebiru-biruan.
Pakailah air ini untuk keramas setiap hari. Kepala yang berketombe berat akan
terasa pedih bila dikeramas dengan air rendaman kangkung ini, dan makin sering
keramas akan makin berkurang pedih maupun gatalnya sehingga akhirnya akan
hilang sama sekali.
Untuk
mencegah agar jangan sampai berketombe lagi, keramasilah rambut Anda dengan air
rendaman kangkung seperti ini seminggu sekali secara rutin. Setiap kali
keramas, air rendaman kangkung harus baru. Resep ini hanya untuk satu kali
pakai. Dan jangan pula lupa bahwa setiap selesai keramas dengan air rendaman
kangkung ini Anda harus mencuci rambut dengan air sampai bersih. Boleh juga
Anda gunakan shampoo seperti biasanya. Selamat mencoba, semoga Anda terbebas
dari ketombe yang menjengkelkan.
(Ditulis
oleh Yulia Ain Sani dalam “Menulis Secara Populer” oleh Ismail
Marahimin, 2001)
g. Reportase
Reportase ialah karangan yang berupa hasil laporan dari liputan suatu peristiwa
atau kejadian yang sedang berlangsung atau belum lama berlangsung untuk
keperluan berita di media massa. Bersifat informasi aktual. Contoh reportase,
yaitu berita langsung tentang kejadian bencana alam gempa jogja, atau janjir di
Jakarta.
h. Jurnalisme Baru (New
Journalism)
Jurnalisme Baru (new journalism) ialah semacam berita yang dituliskan
ke dalam bentuk novel atau cerita pendek. Karena berbentuk cerita, unsur-unsur
pembangun sebuah cerita seperti, alur, tokohtokoh, latar, dan konflik, dipenuhi
meskipun isinya merupakan fakta atau kejadian yang sebenarnya. Isi jurnalisme
baru merupakan hal-hal kejadian luar biasa yang menghebohkan atau menggemparkan
seperti kejahatan sadis, peperangan, dan musibah besar yang menarik perhatian
masyarakat atau dunia. Dalam jurnalisme baru, diungkapkan hal-hal dari
peristiwa tersebut yang belum terungkap ialah pemberitaan media massa, seperti latar
belakang, motif, tujuan, jalan pikiran, dan sebagainya. Oleh sebab itu, penulis
jurnalisme baru harus berusaha mengumpulkan sebanyakbanyaknya data dari
narasumber, tokoh yang terlibat atau para saksi dari kejadian yang akan
diungkapkan. Contoh tulisan jurnalisme baru, yaitu perang Vietnam, Perlharbour,
In Cold Blood (peristiwa pembunuhan sadis–berdarah dingin–terhadap empat
keluarga petani di Kansas Amerika Serikat), atau kisah Kusni Kasdut, penjahat
besar di era tahun 60-an di Indonesia, dan sebagainya.
i.
Iklan
Iklan ialah informasi yang disajikan lewat media massa, buletin atau
surat edaran yang bertujuan untuk memberitahukan atau mempromosikan suatu
barang atau jasa kepada khalayak untuk kepentingan bisnis, pengumuman, atau
pelayanan publik. Iklan terdiri atas iklan keluarga, undangan, pengumuman,
penerangan, niaga, lowongan pekerjaan, dan sebagainya.
Ciri-ciri bahasa iklan:
a.
Kalimatnya singkat; hanya menonjolkan bagian-bagian yang dipentingkan,
b.
Uraian bersifat informatif dan persuasif,
c.
Menggunakan kata-kata yang terpilih dan menarik perhatian orang untuk
mengetahui, mencoba, atau ingin memiliki,
j.
Pidato atau khotbah.
Pidato ialah aktivitas mengungkapkan pikiran, ide, gagasan secara lisan
dalam bentuk rangkaian kata-kata atau kalimat kepada orang banyak dengan tujuan
tertentu. Pidato biasanya dilakukan dalam acaraacara resmi, seremonial, dan
pertemuan-pertemuan ilmiah. Pidato merupakan bentuk komunikasi satu arah karena
terdiri atas pemberi pidato satu orang dan orang banyak sebagai pendengar.
Bahasa
dan isi pidato disesuaikan dengan pendengar (audience) berdasarkan,
tingkat pemikiran atau pendidikan, usia, dan topik pembicaraan. Bagian-bagian
pidato ialah seperti berikut.
1. Bagian pembukaan berisi:
(1) salam pembuka
(2) ungkapan sapaan
(3) puji syukur kepada Tuhan
(4) penegasan konteks pertemuan atau acara
2. Bagian isi berisi uraian pidato sesuai dengan yang telah direncanakan
atau ingin disampaikan.
3. Penutup pidato, berisi:
(1) kesimpulan isi pidato
(2) harapan-harapan atau himbauan
(3) ucapan terima kasih dan permohonan maaf
(4) salam penutup
Beberapa hal berikut harus diperhatikan dalam menyimak pidato.
1. Simaklah isi pidato dengan saksama dari awal hingga akhir.
2. Pahami gagasan, pendapat, atau pesan yang disampaikan dalam pidato.
3. Ingatlah atau catatlah hal-hal penting yang terdapat dalam
uraian pidato dan beri komentar.
Contoh
Pidato: MEMASUKI ABAD TEKNOLOGI,
INFORMASI, DAN GLOBALISASI
Assalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat
pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.
Yth.
Bapak/Ibu Kepala Sekolah
Bapak/Ibu
Guru yang saya hormati dan rekan-rekan pelajar yang saya banggakan. Pertama-tama
saya ucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk
menyampaikan pidato saya dengan tema: memasuki abad teknologi, informasi, dan
globalisasi.
Indonesia
kini telah memasuki abad baru, yaitu abad teknologi,informasi, dan globalisasi.
Dalam masa ini, hanya negara-negara yang memiliki sumber daya manusia (SDM)
berkualitas, memiliki daya saing yang tinggi, serta memiliki jati diri yang
kuat yang dapat bertahan hidup dan memenangkan persaingan di arena percaturan
global. Dengan memasuki abad baru, hampir seluruh arus barang, jasa, informasi,
manusia, dan bahkan adat budaya akan makin bebas keluar masuk ke suatu negara.
Dampak positif globalisasi membawa kemajuan yang pesat bagi kehidupan dan
pembangunan, namun dampak negatifnya akan berpengaruh terhadap nilai-nilai
peradaban dan budaya bangsa.
Kita
sebagai pelajar harus mengembangkan sikap disiplin dan etos kerja yang tinggi,
membiasakan dan membina sikap yang teguh, tegar, dan tangguh penuh kreativitas
dan dinamis, dalam berbagai macam kesulitan dan ujian serta tantangan
kehidupan. Selain itu, kita juga harus berkomitmen tinggi, jujur, inovatif, dan
mandiri. Berkomitmen tinggi artinya kita harus memfokuskan kepada tugas yang
kita kerjakan dan berupaya untuk memperoleh hasil yang maksimal. Jujur, yaitu
kita harus jujur dalam mengerjakan pekerjaan kita, tidak melakukan hal-hal
negatif yang berhubungan dengan pekerjaan kita, dan tidak melakukan kecurangan.
Mandiri, yaitu kita harus mengerjakan tugas kita sendiri tanpa meminta orang
lain untuk mengerjakannya.
Simpulannya
bahwa dalam memasuki era teknologi, informasi dan globalisasi, kita harus
meningkatkan sumber daya manusia yang kita miliki untuk siap bersaing. Kita
juga harus menyiapkan mental, sikap dan semangat untuk meraih prestasi
setinggi-tingginya baik dalam menuntut ilmu maupun bekerja serta senantiasa
menghindari pengaruh-pengaruh negatif globalisasi.
Hadirin
yang berbahagia,
Karena
itu, melalui pidato ini saya mengajak rekan-rekan pelajar sebagai generasi muda
penerus bangsa untuk mampu memelihara kepribadian dan jati diri bangsa, serta
menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya nasional dalam cara yang benar dan
positif.
Akhir
kata, saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Bapak/ Ibu serta
rekan-rekan pelajar yang telah mendengarkan pidato saya. Mohon maaf bila dalam
penyampaian pidato ini terdapat kekeliruan dan kesalahan perkataan.
Wassalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.
(Sumber
Tugas Siswa SMK N 44, dengan sedikit tambahan)
sekian semoga bermanfaat... :D